All About Craft Is Here…

Posts tagged “Sulam

Teknik Fly Stitch…


Gimana?… postingan sebelumnya yang tentang Teknik Feather Stitch udah dipraktekkan belum?…
Sekarang, tambahan teknik baru yaaa… Teknik Fly Stitch.
Teknik ini mirip dengan teknik Feather Stitch. Perbedaannya hanya di tusuk terakhirnya saja. Bingung?… dilihat terus dibawah yaaa…
Teknik ini cocok jika digunakan sebagai daun. Atau kalo dibuat terpisah bisa terlihat seperti kuncup bunga. Bahkan, jika kita kreatif teknik ini juga bisa membuat bunga daisy lho…
Hmmm… udah pengen nyoba?…
Yuukk lihat gambarnya di bawah yaaa…

(more…)


Teknik Feather Stitch…


Oke… sekarang postingan tentang tekniknya ya…
Teknik Feather Stitch…
Merupakan teknik dasar untuk sulam. Bisa digunakan di sulam benang atau sulam pita. Teknik ini ditusuk bergantian dari arah kiri dan kanan.
Hmmm… masih bingungg… yuukkk dilihat gambar tekniknya di bawah yaaaa…
Mudah-mudahan… jadi tambah bingung… eh salah ding… jadi ga bingung lagi ^_^…

(more…)


Tips Pemula untuk Sulam Pita…


Pernah lihat sulam pita di jilbab?… baju?… tas?. Hmmm… cantik-cantik yaaa… pastiii pada mikir susah ya ngebuatnya…
Nah…di postingan ini… ada tips untuk para pemula yang ingin belajar sulam pita.. baca terus sampai habiss yaaaa…

(more…)


Bahan Sulam Pita…


Udah tau lah ya sulam pita

itu apa…
Nah, sekarang bahan-bahan yang diperlukan untuk sulam pita ya…

  • Bidangan…
    Bidangan ini perlu banget lho… kalo di sulam pita… hukumnya WAJIB ^_^… soalnya, kalo ga pake bidangan… bisa-bisa kainnya ketarik-tarik sana-sini en setelah selesai kainnya jadi berkerut-kerut gitu… jadi ga bagus kan?
    Trusss… biar kain tempat sulam kita itu ga ada bekas bidangannya… bidangannya jangan lupa dilapisin kain dulu yaaa…
  • Jarum…
    Nah, untuk sulam pita jarum yang digunakan siy umumnya jarum Chenille, yang ukurannya besar truss lubang di ujungnya juga besar.
    Truss… jangan lupa sediakan jarum sharp… biasanya siy buat sulam benang… jadi buat tambahan dekorasi di sekitar sulam pita kita, sehingga hasilnya menjadi lebih indah. Kadang-kadang juga jarum ini digunakan untuk membantu teknik sulam pita, seperti pembuatan sulam pita bunga mawar yang harus menggunakan rangka dari benang terlebih dahulu…
  • Pita…
    Namanya juga sulam pita… pastii lah yaa pita juga WAJIB ada ^_^…
    Pita juga bermacam-macam kok,dari pita organdi, satin, silk dengan berbagai macam warna dan ukuran
  • Kain…
    Sebenernya siy ga harus kain yaa… tapiii bisa juga jilbab, taplak meja, pakaian… yang penting media untuk meletakkan sulam pitanya…
  • Gunting…
    Untuk menggunting pita, benang, kain, dan segala macamnya yaa…
  • Karbon kain…
    Ini digunakan untuk menjiplak pola dari kertas ke kain. Menggunakan karbon kain, karena lebih mudah hilang ketika dicuci.
    Kalo susah nyari karbon kain, coba gunakan karbon biasa jangan lupa dilapisi kertas minyak ya… biar karbonnya ga nempel ke kainnya.
  • Pensil/Pulpen…
    Untuk menjiplak pola dari kertas ke kain
  • Benang sulam…
    Selain untuk tambahan dekoratif dari aplikasi sulam pita, juga bisa digunakan sebagai rangka untuk beberapa teknik sulam pita
  • Korek api…
    Biasanya digunakan untuk membakar potongan pita di baliknya agar tidak lepas… kalau cuma digunting aja… biasanya berserabut dan sering lepas, akhirnya jadi mengganggu aplikasi sulam pita
  • Tang jepit…
    Biasanya digunakan untuk menarik jarum jika pitanya berukuran besar

Nah, kalo sudah disediakan bahan-bahannya… tinggal sulam deee…
Hmm… belum tau teknik-teknik sulam pitanya?… tunggu postingan berikutnya aja yaaa…


Sulam Benang…

Teknik sulam yang paling dasar adalah teknik sulam benang, dimana teknik tusuk sulam ini bervariasi bahkan bisa sampai 50 macam tusuk sulam dasar dari tusuk rantai, tusuk silang, tusuk jelujur, dan tusuk lainnya.

Sulam benang merupakan salah satu teknik menghias kain/benda lainnya dengan cara menjahitkan benang secara dekoratif ke atas kain/benda lainnya yang akan dihias sehingga terbentuk suatu bentuk/desain baru dengan menggunakan berbagai macam tusuk hias.

Untuk menghasilkan sulaman yang baik membutuhkan bahan-bahan yang berkualitas baik, termasuk pemilihan benang. Benang sulam sangat berpengaruh terhadap produk sulaman yang dihasilkan, meskipun desainnya bagus kalau disulam menggunakan benang berkualitas rendah tentu hasilnya tidak akan memuaskan. Beberapa hal yang sering dialami akibat penggunaan benang sulam yang jelek antara lain : terjadinya kelunturan, dan mudah putus sehingga kaitan bunga atau daun terlepas dari kain, hasil sulaman menjadi berbulu sehingga mengurangi keindahan textur han tampilan, warna hasil sulaman terkesan tidak cerah dan kusam. Harga benang sulam berkualitas baik tentu lebih mahal dibanding benang biasa, bisa mencapai 2-4 kali lipat harga benang biasa. Meskipun demikian, memilih untuk menggunakan benang kualitas terbaik merupakan langkah yang bijaksana, dengan pertimbangan bahwa hasil karya akan dapat dinikmati dalam waktu yang lama, selain itu juga sepadan dengan waktu yang telah digunakan untuk bekerja.

Sulam benang biasanya digunakan untuk menghias pakaian, jilbab, tas, dan lainnya. Pakaian, jilbab, tas, dan bahan-bahan lainnya yang berhiaskan kreasi sulaman tangan selalu disukai dan diburu kaum wanita. Bahkan ada yang sanggup menghabiskan uang ratusan ribu rupiah untuk membeli sehelai kain mewah berhiaskan sulaman benang hias halus.


Kruistik atau Cross Stitch atau Kristikā€¦

Hmm… ada yang bilang Kruistik… kadang-kadang bilang kristik… kadang-kadang ada yang bilang Cross Stitch.
Kruistik berasal dari bahasa Belanda yaitu kruissteek atau tusuk silang. Nah… biar gampang biasanya di Indonesia, penyebutannya adalah Kristik. Tapiii… umumnya selain di Indonesia dikenalnya dengan Cross Stitch. Kruistik adalah salah satu jenis sulaman yang memakai jahitan benang yang bersilangan (membentuk huruf X) di atas kain tenunan sejajar. Teknik jahitan membentuk huruf X disebut tusuk silang, sehingga kruistik populer dengan sebutan “tusuk silang”.

Produk kruistik berupa sulaman gambar-gambar untuk hiasan pakaian, perabot rumah tangga, hiasan dinding, tas, atau aksesoris. Desain gambar kruistik dapat dicontoh dari buku berisi pola-pola motif atau hasil desain sendiri.

Benang yang dipakai adalah benang sulam dari katun atau rayon. Jarum untuk kruistik adalah jarum tapestri berujung tumpul dengan mata jarum ukuran besar agar bisa dilewati beberapa helai benang sekaligus.

Kain untuk kruistik adalah kain yang memiliki kotak-kotak (lubang-lubang) dalam ukuran yang sama, horizontal maupun vertikal. Oleh karena itu, hasil jahitan terlihat seperti pola-pola persegi dengan ukuran yang sama.

Jenis kain yang umum untuk kruistik adalah kain strimin, kain aida, dan kain linen. Kain aida memiliki kotak-kotak per inci yang dapat dihitung: 8, 11, 14, 16, dan 18 kotak per inci. Satu kotak berarti satu jahitan yang membentuk huruf X. Jumlah helai benang untuk satu jahitan bergantung ukuran kain dan selera. Tusuk silang di kain aida 11 kotak per inci misalnya, memakai 3 helai benang, sementara di kain aida 14 memakai 2 helai benang.

Kruistik adalah salah satu bentuk tertua dari kerajinan sulam, dan dapat ditemukan di seluruh dunia.Hasil kerajinan kruistik seperti pakaian yang dihias dengan kruistik, khususnya dari benua Eropa dan Asia dijadikan benda pameran di berbagai museum etnologi di seluruh dunia.

Kerajinan sulam kruistik sangat populer di kalangan rakyat Eropa Timur dan Eropa Tengah. Ciri khas kerajinan sulam mereka adalah pola geometris dan tusuk silang dua dimensi (bayang-bayang benda tidak dibuat) dengan benang hitam dan merah di atas kain linen


Sulam Pita…

Sulam Pita adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan menggunakan pita dan jarum.

Sulam pita menggunakan jenis-jenis tusukan yang umum dikenal dalam menyulam yaitu tusuk rantai, tusuk jelujur, tusuk kelim, dan lainnya. Serta menggunakan pita berbagai ukuran dan bahan untuk membuat motif-motif bunga pada kain/bahan-bahan lain dengan cara menjahitkan pita secara dekoratif ke atas kain/bahan-bahan lain yang akan dihias sehingga terbentuk suatu desain hiasan baru dengan menggunakan berbagai macam tusuk-tusuk hias. Pita juga memberi efek tiga dimensi karena ukuran pita lebih besar dari benang. Hasil sulaman pita juga lebih dekoratif karena bahan pita yang lebih beragam.

Sulam Pita atau ribbon embroidery sudah dikenal sejak pertengahan abad 17, dimana pada saat itu Sulam Pita tidak hanya digunakan untuk menghias busana tetapi juga untuk menghias tas tangan, jilbab, selendang, payung, sarung bantal kursi dan berbagai peralatan rumah tangga.

Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:

  • Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain
  • Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja, jilbab dan pinggiran kebaya
  • Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.